Jamaah Tabligh Pecah? Enggak Kok, Amalan Tetap Jalan, Ini Hikmahnya

Wallahu'lam benar atau tidak ulasan tentang pecah atau berpisahnya jamaah tabligh, tapi yang jelas pasti semua memiliki hikmah. Awal catatan yang kami lansir dari musabab.com Umat muslim di Indonesia kembali disuguhi perang antar sesama muslim. Bedanya kali ini yang perang adalah dua kubu dari satu golongan, yaitu Jamaah Tabligh.

Jamaah yang kegiatan utamanya berdakwah dari masjid ke masjid, dan punya pedoman untuk selalu menjauhi obrolan khilafiyah ini serta punya prinsip untuk memulyakan umat muslim. Sekarang malah berganti saling caci mencaci sesama mereka sendiri.

Akar Masalah Pecahnya Jamaah Tabligh


Masalah sendiri cukup menggelikan dan sepele, rebutan pemimpin, mirip dengan kerusuhan massa antar pendukung calon bupati saat pilkada.

Jadi saat ini, ada kubu Jamaah Tabligh. Pertama mereka yang setia pada Maulana Saad sebagai amir/ketua.

Sedangkan golongan kedua adalah yang tidak setuju pada Maulana Saad lalu membentuk Majlis Syura Dunia (dalam bahasa urdu disebut Syura Alami).


Awal mula perpecahan Jamaah Tabligh


Jamaah Tabligh (JT) dirintis oleh Maulana Ilyas pada tahun 1926. Sampai beliau wafat tahun 1940, beliau menjadi amir tunggal dalam tubuh organisasi JT.

Sebagai pengganti, ditunjuklah, Maulana Yusuf yang memimpin tahun 1940 sampai beliau wafat pada tahun 1962.

Pemimpin (amir) berikutnya adalah Maulana Inamul Hasan dari tahun 1962 sampai beliau wafat pada 1996. Selama kepemimpinanya, dia didampingi oleh Maulana Zakaria Alkandahlawi yang wafat pada tahun 1982.

Saat Maulana Inamul Hasan mulai sakit-sakit tahun tahun 1995. Beliau membentuk majlis Syura untuk menggantikan tugasnya saat sakit.

Syuro tersebut adalah : 5 dr india : Maulana izhar, Maulana Zubeir, Maulana Saad, Maulana Umar phalampuri, Meyaji Mehrob, 4 dr pakistan : Syaikh Abdul Wahab, Mufti Zaenal Abidin, Maulana Said Ahmad Khan, dan Bhai Afdhol, 1 dari bangladesh : Ir. Abdul Muqit.

Setelah maulana inamul hasan wafat maka syuro yg dibentuk bernusyawarah 3 hari 3 malam utk mengeluarkan 1 nama utk menjadi amir. Namun tidak ada 1 namapun yg keluar yg siap untuk bisa dijadikan amir pengganti . sehingga syuro dunia yg dibentuk maulana inamul hasan memutuskanlah memilih 3 faishalat atau 3 amir musyawarah yaitu : Maulana Izhar, Maulana Saad, dan Maulana Zubeir.

Seiring berjalanya waktu, Maulana Izhar dan Maulana Zubeir meninggal dunia. Maka ini dengan sendirinya menjadikan Maulana Saad sebagai faishalat tunggal atau Amir Dakwah berikutnya sesuai yang diharapkan dengan terbentuknya syuro dunia awal yaitu menentukan seorang Amir.


Hikmah dibalik pecahnya Jamaah Tabligh


Ada yang mengatakan awal mula jamaah tabligh pecaha karena banyak yang tidak suka pada sosok Maulana Saad. Lalu membentuk Majelis Syura Alami. Perpecahan ini lalu disambut pro kontra antar sesama aktifis Jamaah Tabligh dengan seru di dunia sosial media. Bahkan perdebatanya lebih panas dibandingkan antara Pro Jokowi dan Pro Prabowo.

"Sungguh menyedihkan," tutup tulisan bersumber dari musabab.com. Namun demikian meskipun pecah, karena terdapat berjuta karakter dalam jamaah tabligh, disambut strategi Iblis yang senang melihat perpecahan.

Namun demikian, amalan penting yang sering dilakukan Jamaah Tabligh aktif terus dilakukan yaitu Khuruj fi Sabilillah untuk tetap kuat mengamalkan apa yang pernah diamalkan para sahabat untuk memperkuat iman dan syiar Islam.

Semoga dengan pecahnya jamaah tabligh, hidayah makin tersebar, Istigfar makin banyak, do'a makin sering. Amin.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

Arti Mimpi Bertengkar dengan Teman Lama Berdasarkan Mujarrobat Primbon Mimpi

Cara dan Panduan Menulis Lampiran di SKRIPSI UNIVERSITAS

Kehidupan Jamaah Masturoh atau Perempuan di Jamaah Tabligh