CARI DI BLOG INI

11.11.11

Pedoman Penulisan Makalah dan SKRIPSI di Universitas Gajah Mada

Secara garis besar isi dan sistematika penulisan makalah terdiri atas tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Cara Penulisan Makalah ini diambil dari Panduan Penulisan Skripsi Fakutas Pertanian Universitas Gajah Mada dan Universitas Negeri Semarang.

Dimana.pada dasarnya penulisan skripsi dan makalah memiliki kesamaan.

Perbedaan Makalah dengan Skripsi Selengkapnya bisa di DOWNLOAD disini.

Beberapa hal yang penting diketahui dalam penulisa makalah adalah bagian wal makalah, bahian akhir makalah, bagian penutup makalah

Bagian awal

Pada bagian awal makalah terdiri dari : Halaman Sampul, Daftar Isi, Daftar Tabel dan Gambar (jika ada)

Bagian Inti


Bagian inti dalam makalah, bisa juga di skripsi terdiri atas tiga unsur pokok, yaitu pendahuluan, teks utama, dan penutup. Berikut penjelasan penulisa makalah, dan skripsi
  • Pendahuluan. Bagian ini berisi penjelasan tentang latar belakang penulisan makalah, masalah atau topik bahasan beserta batasannya, dan tujuan penulisan makalah.
  • Teks Utama. Bagian utama teks makalah berisi pembahasan topik – topik makalah. Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai inti kegiatan penulisan makalah.
  • Penutup. Pada bagian penutup dapat juga diberikan saran – saran atau rekomendasi sehubungan dengan masaah yang telah dibahas. Saran sebaikny diberikan secara spesifik maksudnya ditujukan kepada siapa, dalam bentuk apa saran itu dilaksanakan.

Bagian Akhir

Pada bagian ini memuat Daftar rujukan dan Lampiran (jika ada). Pada bagian akhir makalah biasanya terdiri dari daftar rujukan, lampiran dan cover tentunya.

Ini penjalasannya
  • Daftar Rujukan. Berisi sebuah daftar acuan yang memuat daftar bibliografi sebuah buku yang dijadikan sebagai rujukan. Dengan kata lain daftar rujukan bias disebut sebagai daftar pustaka.
  • Lampiran (Jika Ada). Bagian lampiran berisi hal – hal yang bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah. Hal – hal yang dimaksud dapat berups angka maupun yang berupa diskripsi teba dan yang dipandang sangat penting tapi tidak dimaksudkan dalam batang tubuh makalah. Bagian lampiran hendaknya diberi nomer halaman.
  • Cover, semoga jelas.

Sistematika Penulisan SKRIPSI


Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan atau Sarjana Non-Pendidikan. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian atau bidang studinya.

Penulisan skripsi harus memenuhi kode etik penulisan karya ilmiah. Kode etik yang dimaksud adalah seperangkat norma yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah. Norma-norma yang harus
diperhatikan dan ditaati, antara lain menyangkut pengutipan dan perujukan, perizinan terhadap bahan yang digunakan, penyebutan sumber data atau informan, serta kaidah selingkung seperti bentuk dan format, struktur isi, ukuran kertas dan huruf, serta bahasa Indonesia baku sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD).

Penulisan skripsi harus menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dalam penulisan karya ilmiah, penulis harus menyebutkan bahan rujukan atau pikiran yang diambil dari sumber atau orang lain secara jujur. Pemakaian bahan atau pikiran dari sumber atau orang lain tanpa disertai rujukan termasuk kecurangan atau pencurian (plagiat), karena mengakui tulisan, temuan atau hasil pemikiran orang lain sebagai karya intelektual sendiri.

Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari kegiatan plagiat. Penulis karya ilmiah harus meminta izin, jika menggunakan bahan dari seseorang atau suatu sumber milik orang lain (sebaiknya secara tertulis). Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penaggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

Jika pemilik bahan tidak dapat dijangkau, penulis harus menyebutkan sumbernya dan menjelaskan apakah bahan itu diambil secara utuh, sebagian, dimodifikasi, atau dikembangkan. Nama narasumber atau informan perlu dipertimbangkan untuk tidak disebutkan kalau pencantumannya dapat merugikan narasumber atau informan yang bersangkutan.

Sebagai gantinya nama narasumber atau informan itu dapat diganti dengan kode tertentu. Setelah bagian pendahuluan ini, diuraikan secara berturut-turut format dan tata tulis Skripsi. Penyajian uraian ini didasari pada anggapan bahwa wujud Skripsi pada dasarnya sama dengan karya ilmiah lainnya. Oleh karena itu, uraian itu menggunakan pola umum yang berlaku dan bagian yang berbeda dianggap sebagai ciri khas kaidah selingkung.

Skripsi merupakan karya ilmiah yang ditujukan untuk konsumsi masyarakat akademik. Oleh karena
itu, penulisan karya ilmiah ini cenderung teknis dan baku, baik format maupun tata tulisnya.

FORMAT SKRIPSI


Struktur atau bentuk Skripsi dapat dirinci menjadi 3 (tiga) bagian, yakni bagian awal, bagian
pokok, dan bagian akhir. Bagian awal dimulai dari sampul sampai dengan halaman sebelum
bab pendahuluan. Bagian pokok dimulai dari pendahuluan (Bab I) sampai dengan penutup
(Bab V), dan sesudah itu merupakan bagian akhir.

A. Bagian Awal

Bagian awal Skripsi terdiri atas: sampul, lembar kosong berlogo Universitas Negeri Semarang atau Universitas Gajah Mada atau dimanapanapun Anda sekolah, biasa format ini juga berguna. Batasan garis dalam format skripsi ini biasanya bergaris tengah 10 cm, lembar judul, lembar persetujuan pembimbing yang diketahui Ketua Jurusan, lembar pengesahan penguji yang diketahui Dekan, lembar pernyataan, lembar motto dan persembahan (kalau ada), sari (abstrak) dalam bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris, prakata, daftar isi, daftar singkatan dan tanda teknis (kalau
ada), daftar tabel (kalau ada), daftar gambar (kalau ada), dan daftar lampiran (kalau ada).

Lembar bagian awal ini diberi nomor halaman dengan huruf Romawi kecil pada kaki halaman bagian tengah. Penghitungan nomor halaman dimulai dari lembar judul (bukan sampul) sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan, tetapi yang diberi nomor mulai dari lembar sari.

1. Sampul Skripsi

Pada sampul bagian tengah atas terdapat logo Universitas Negeri Semarang, bergaris tengah
5 cm. Di bawahnya dituliskan judul dengan huruf kapital tebal berukuran 16 pt font Times
New Roman dengan kertas ukuran kwarto.

Pemenggalan judul disesuaikan dengan frase, tidak mengandalkan pada pemenggalan otomatis oleh program komputer. Di bawahnya tertulis kata SKRIPSI yang dicetak dengan huruf kapital tebal berukuran 14 pt font Time New Roman, diikuti pada baris berikutnya dengan kalimat yang berbunyi
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana” (isi nama program studi) pada Universitas Negeri......

Ukuran huruf yang biasa digunakan dalam penulisan skripsi ukuran hurufnya 12 pt font Time New Roman). Untuk lebih jelasnya carilah buku panduannya yang asli.

Di bawahnya dituliskan dengan huruf berukuran 12 pt jenis huruf Times New Roman. Kata:
Oleh (tanpa tanda baca) di bawahnya lagi dituliskan Nama dan di bawahnya lagi NIM. Pada
kaki halaman dituliskan dengan huruf kapital tebal berukuran 15 pt font Times New Roman
secara berturut-turut nama: Fakultas Ekonomi, Jurusan (sesuai dengan nama jurusan
mahasiswa) dan Tahun Ujian Skripsi (ditulis dalam angka), masing-masing pada baris
yang berbeda.

Semua tulisan pada halaman sampul menggunakan huruf tegak dan diatur secara simetris
dengan komposisi yang serasi. Sampul dibuat dari bahan tebal. Contoh sampul lihat
Lampiran I dan 2 pedoman ini.

Di punggung sampul dibubuhkan Logo (berdiri), Nama dan NIM (memanjang), Judul
(memanjang), serta tulisan Skripsi dan tahun dengan menggunakan huruf berukuran 10 pt
font Times New Roman. Contoh sampul lihat Lampiran 3 pedoman ini.

2. Lembar Berlogo Penulisan Skripsi

Lembar kosong berlogo merupakan pembatas antara sampul dan halaman judul.

3. Halaman Judul Skripsi

Lembar ini berisi tulisan seperti lembar sampul, dan dicetak pada kertas HVS kuarto putih
dengan bobot terendah 80 gram.

4. Persetujuan Pembimbing Skripsi

Lembar ini berjudul PERSETUJUAN PEMBIMBING (ditulis pada bagian tengah atas
dengan huruf kapital tegak) dan berisi pernyataan berikut: Skripsi ini telah disetujui untuk
diuji. Selanjutnya di bawahnya dicantumkan Semarang, (diisi tanggal, bulan, dan tahun
persetujuan) dan di bawahnya disediakan tempat untuk tandatangan pembimbing dengan
dicantumkan nama pembimbing lengkap dengan gelar dan NIP-nya dan diketahui Ketua
Jurusan. Contoh Lembar Persetujuan Pembimbing lihat Lampiran 3 pedoman ini.

5. Pengesahan Kelulusan Skripsi

Lembar ini berjudul PENGESAHAN KELULUSAN (ditulis pada bagian tengah atas
dengan huruf kapital tegak) dan berisi pernyataan berikut: Skripsi ini telah dipertahankan di
hadapan Sidang Panitia Penguji Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang
pada hari..., tanggal... nama bulan dan tahun. Selanjutnya disediakan tempat untuk
tandatangan Ketua dan Anggota penguji, beserta nama lengkap dengan gelar dan NIP-nya
serta diketahui Dekan. Contoh lembar Persetujuan Penguji lihat Lampiran 4 pedoman ini.

6. Pernyataan di Skripsi

Lembar ini berjudul PERNYATAAN (ditulis pada bagian tengah atas dengan huruf kapital
tegak) dan berisi pernyataan bahwa Skripsi hasil karya (penelitian dan tulisan) sendiri,
bukan buatan orang lain, dan tidak menjiplak karya ilmiah orang lain, baik sebagian maupun
seluruhnya. Pada lembar pernyataan ini harus ditanda tangani mahasiswa. Contoh Lembar
Pernyataan dilihat pada Lampiran 5 pedoman ini.

7. Motto dan Persembahan

Kalau ada, lembar ini berjudul MOTTO DAN PERSEMBAHAN (ditulis pada bagian tengah atas dengan huruf kapital tegak). Motto merupakan ungkapan bijak untuk kehidupan, yang dipilih berkaitan dengan judul skripsi.

Persembahan merupakan pernyataan bahwa karya ilmiah ini dipersembahkan kepada siapa. Isi motto dengan huruf Times New Roman. Ditata secara harmonis, santun, wajar dan tidak meninggalkan etika akademik. Contoh lembar Motto dan Persembahan lihat Lampiran 6 pedoman ini.

8. Prakata

Lembar ini berjudul PRAKATA (ditulis pada bagian tengah atas dengan huruf kapital tegak). Dalam prakata boleh dikemukakan ungkapan puji syukur, meskipun yang pokok adalah ucapan terima kasih dan penghargaan kepada orang-orang, lembaga, atau lainnya yang, langsung atau tidak langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi.

Ucapan terima kasih kepada seseorang ditulis secara tegas, yaitu langsung menyebutkan
nama beserta gelarnya, tanpa didahului dengan kata Bapak/lbu. Ucapan terima kasih kepada
orangtua dan orang-orang yang berjasa lainnya diletakkan di halaman persembahan.
Dalam prakata tidak boleh ada pernyataan bahwa penulis yakin akan adanya banyak
kesalahan atau kekurangan dalam skripsi dan atas dasar itu penulis minta maaf, serta

mengharapkan kritik dari pembaca. Jika penulis yakin bahwa skripsi itu masih banyak kesalahan atau kekurangan, maka harus diperbaiki dulu sebelum ujian karena kesalahan ilmiah tidak dapat diselesaikan dengan permintaan maaf. Lagi pula harapan kritik itu tidak diperlukan sebab skripsi adalah karya ilmiah untuk diuji.

Teks prakata diketik dengan spasi rangkap, seperti halnya naskah bagian pokok. Prakata tidak boleh lebih dari dua halaman. Pada akhir teks prakata dicantumkan nama kota tempat skripsi ditulis, tanggal, bulan, dan tahun dengan jarak spasi 4 dari baris terakhir dan ditulis pada bagian bawah kanan. Di bawahnya ditulis kata Penyusun, tanpa disertai nama terang.

Harus memperhatikan paralelisme. Penulisan teks prakata menggunakan bahasa formal,
tidak meninggalkan kaidah penulisan ilmiah.

9. Sari dan Abstract

Lembar ini diberi judul SARI (ditulis pada bagian tengah atas dengan huruf kapital tegak).
Di bawahnya, dengan jarak spasi rangkap dicantumkan nama akhir penulis, diikuti tanda
koma, lalu nama depan dan tengah (kalau ada), tahun lulus ujian, diikuti judul skripsi
(ditulis miring), diikuti dengan tulisan Sarjana ... (diisi dengan nama Program Studi)
Universitas Negeri Semarang, nama-nama pembimbing, dan ...hal (diisi dengan jumlah
halaman skripsi ).

Antara bagian yang satu dengan lainnya dipisah dengan tanda titik. Pada baris baru berikutnya dicantumkan Kata Kunci: (berkisar dari tiga sampai dengan lima kata) dengan jarak spasi rangkap. Pada baris berikutnya, dengan jarak spasi rangkap ditulis teks sari dengan spasi satu.

Isi sari meliputi latar belakang masalah, rumusan atau fokus masalah dan tujuan, pendekatan dan metode yang digunakan, hasil yang diperoleh, simpulan, dan saran yang diajukan. Butirbutir itu hendaklah ditulis dalam paragraf yang berbeda, dengan tidak menolak kemungkinan untuk memecah butir tertentu untuk dituangkan dalam paragraf yang berbeda kalau diperlukan.

Teks sari tidak boleh lebih dari dua halaman kuarto. Contoh sari lihat Lampiran 7 pedoman
ini. Setelah halaman SARI adalah halaman ABSTRACT. Abstract adalah sari penelitian yang
diterjemahkan dalam bahasa inggris.

10. Daftar Isi

Daftar isi memuat judul yang terdapat pada bagian awal skripsi mulai dari halaman judul
sampai daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran jika ada), bagian isi (pokok) skripsi
mulai bab pertama sampai terakhir beserta sub-bab dan anak sub-babnya masing-masing,
dan judul pada bagian akhir skripsi. Kecuali judul sub-bab dan anak sub-bab, semuanya
diketik dengan huruf kapital.


Judul-judul itu diikuti titik-titik sepanjang baris, diikuti nomor halaman tempat judul itu
terdapat pada halaman lembar skripsi.

11. Daftar Singkatan dan Tanda Teknis

Daftar ini memuat singkatan teknis beserta kepanjangannya dan tanda teknis beserta makna atau penggunaannya. Singkatan dan tanda teknis jangan dicampur, tetapi bisa diketik dalam satu halaman karena keduanya mempunyai fungsi teknis yang sama, yakni untuk memudahkan dalam memahami skripsi.

........................Bersambung ; Daftar Tabel

No comments:

Post a Comment